SD Muhammadiyah Sampit Buka Layanan Pembayaran Zakat, Libatkan Siswa dan Guru
Kegiatan

SD Muhammadiyah Sampit Buka Layanan Pembayaran Zakat, Libatkan Siswa dan Guru

31 Juli 2026

Kembali ke Berita

SD Muhammadiyah Sampit, Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan penyediaan pelayanan pembayaran zakat yang bekerja sama dengan LAZISMU Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Minggu (15/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026), dengan melibatkan seluruh siswa dan guru sebagai peserta aktif.

SAMPIT — SD Muhammadiyah Sampit, Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan penyediaan pelayanan pembayaran zakat yang bekerja sama dengan LAZISMU Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Minggu (15/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026), dengan melibatkan seluruh siswa dan guru sebagai peserta aktif.

Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini sekaligus memudahkan warga sekolah dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah, infak, dan sedekah. Stand pelayanan zakat didirikan di lingkungan sekolah sehingga memudahkan akses bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Kepala SD Muhammadiyah Sampit, Mardiyah Siregar, S.Pd., M.Pd., Gr., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan LAZISMU Kotim menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran berbagi di lingkungan sekolah.

“Kami sangat bahagia karena bisa berkolaborasi bersama LAZISMU Kotim dalam menghimpun dana zakat, infak, dan fidyah agar dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dengan menyalurkannya kepada pihak yang berhak menerimanya,” ujar Mardiyah.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengumpulan dana, tetapi juga sebagai sarana edukasi karakter bagi siswa. Melalui keterlibatan langsung, siswa diharapkan memahami pentingnya berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Para siswa didampingi guru turut berpartisipasi dalam menyerahkan zakat fitrah dalam bentuk beras maupun uang. Selain itu, masyarakat sekitar juga turut memanfaatkan layanan tersebut.

Dari hasil pengumpulan yang dilakukan selama lima hari, panitia berhasil menghimpun zakat dan donasi dengan rincian sebagai berikut: beras zakat fitrah sebanyak 56 bungkus, beras fidyah sebanyak 3 bungkus, uang transfer sebesar Rp1.773.600, serta uang tunai sebesar Rp1.467.000. Dengan demikian, total dana yang terkumpul mencapai Rp3.240.600.

Dana dan bantuan yang terkumpul tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Penerima manfaat meliputi siswa-siswa SD Muhammadiyah Sampit yang kurang mampu, yang akan menerima paket beras serta bantuan uang sebesar Rp250.000 per orang.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada masyarakat sekitar, khususnya tetangga guru yang kurang mampu. Sebanyak 16 paket bantuan disiapkan, masing-masing berupa beras dan uang tunai sebesar Rp100.000. Penyaluran juga diperluas kepada masyarakat umum yang membutuhkan, sesuai dengan data yang telah dihimpun oleh pihak sekolah dan LAZISMU.

Ketua LAZISMU Kotim menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Kolaborasi ini dinilai sebagai contoh baik sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga amil zakat dalam membangun kepedulian sosial.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya meningkatkan jumlah penghimpunan zakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan solidaritas di kalangan siswa.

Dengan adanya program ini, SD Muhammadiyah Sampit menunjukkan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan kepedulian sosial bagi generasi muda.